Cara Mahasiswa Irit Biaya Penelitian dan Skripsi


Penelitian adalah proses yang dilakukan sebagai bahan dibuatnya skripsi. Biaya penelitian tergantung dari jenis penelitian yang dilakukan, bisa biayanya besar dan bisa juga biayanya kecil. Penelitian- penelitian kajian pustaka non sains biasanya hanya mengkaji data, analisii kualitatif biayanya mungkin lebih murah tetapi untuk yang sains biayanya bisa lebih besar karena membutuhkan alat-bahan penelitian yang mahal.

Nah jadi bagaimana mengirit biaya penelitian?
      1. Ikut proyek dosen

Bagi yang sifatnya sains, anda bisa mengikuti prosyek dosen agar biaya skripsi dibebankan ke dosen.

      2. Cari biaya bantuan penelitian
Sekarang banyak sumber beasiswa penelitian, nah cobalah untuk mengajukan bantuan biaya penelitian tentu penelitian yang anda harus ajukan adalah yang semenarik mungkin.

      3. Ambil jenis penelitian dengan biaya paling murah
Ya bagaimanapun ada juga sisi-sisi murah dalam penelitian, mungkin hanya perlu menguji satu dua sampel dan selesai tapi tentu penelitian anda harus disetujui oleh dosen.


Skripsi adalah tugas akhir mahasiswa yang menjadi syarat kelulusan mahasiswa. Bagi mahasiswa kaya biaya skripsi mah tidakada, tapi bagi mahasiswa yang serabutan, pas-pasan semua harus jadi bahan pertimbangan pengeluaran dan segala macam.
Biaya skripsi paling banyak adalah biaya print, dimulai dari awal pembuatan proposal, revisi sampai tahap jilid skripsi. Lumayan banyak bukan? Apalagi jika kita tidak memiliki alat yang memadai seperti printer maka biayanya bisa semakin meludak.

Nah jadi bagaimana cara mengirit biaya skripsi?
      1. Rental printer

Bagi anda yang tidak memiliki printer dan tidak mampu membelinya maka mungkin salah satu caranya adalah meminjam printer atau rental dengan harga miring. Biaya skripsi  paling banyak terletak di print.

Bayangkan saja jika memiliki dua dosesn dengan pemikiran yang berbeda, revisi dari proposal sampai hasil hingga 10 kali maka berapa biaya print yang harus dikeluarkan? Dengan adanya mesin printer maka dapat mengirit pengeluaran.

2. Seleksi revisi
Kadang mahasiswa pinter tidak terlalu memperhatikan hal-hal kecil apalagi nilai dan harganya kecil karena memikirkan hal yang mungkin lebih besar. Taukah anda jika sudah merevisi skripsi beberapa kali maka jumlah cortetan atau yang direvisi juga semakin sedikit, nah kebanyakan kita kadang harus print ulang dari awal untuk konsultasi selanjutnya padahal tidak perlu.

Anda hanya harus revisi dibagian yang harus direvisi dan print dibagian mana yang sudah anda perbaiki. Jika revisinya dihalaman 56 maka perbaikinya dihalaman 56 dan diprint hanya dihalaman 56 sedangkan sisa lainnya bisa dipakai lagi untuk konsultasi. Irit bukan?

3. Photocopy Print
Jika anda memiliki dua dosen pembimbing, maka otomatis anda harus print dua rangap skripsi. Ketika anda akan ujian skripsi, anda harus membuat minimal 4 rangkap skripsi dan 8 rangkap  arsip syarat yudisium untuk penguji tergantung aturan kampus. Kalo semua rangkap tersebut di print maka otomatis biayanya akan besar.

Biaya print paling tinggi adalah 400-1rb/lembar dan biaya photocopy 150-300/lembar. Untuk hemat biaya anda hanya perlu print bagian skripsi yang memiliki gambar berwarna saja selebihnya anda bisa printpotocopy. Jumlah gambar yang berwarna tidak banyak bukan dibanding yang tidak berwarna?

Jika anda print 100 lembar maka akan dihitung sama antara yang berwarna dan tidak berwarna minimal 400/lembar. Tapi jika dalam 100 lembar tersebut hanya terdapat 15 warna maka kita rugi di 85 lembar. Jadi caranya pisahkan yang berwarna dan print dan yang hitam putih bisa di photocopy.

Atau jika jumlahnya 8 rangkap, print satu rangkap dan photocopy 7 rangkap kemudian bagian yang berwarna anda print.

Jangan sungkan untuk berexsperiment pada setiap jasa print dan photocopy, biasanya lain tempat lain harga.

 Semoga membantu dan  sukses  ya





0 Response to "Cara Mahasiswa Irit Biaya Penelitian dan Skripsi"

Post a Comment

Geser kebawah untuk terus membaca